Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Capai 78 Persen Progres Awal 2026

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:02:26 WIB
Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Capai 78 Persen Progres Awal 2026

JAKARTA - Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 terus menunjukkan perkembangan signifikan di awal 2026. Proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat.

Kemajuan Proyek Tol Jogja-Solo

Seksi 2 Paket 2.2 menghubungkan Trihanggo hingga Junction Sleman di Tirtoadi. Hingga awal 2026, progres fisik pengerjaan jalan tol telah mencapai 78 persen dan semakin mendekati target penyelesaian.

Jalan bebas hambatan ini memadukan jalur melayang dan timbunan tanah untuk mengoptimalkan akses dari Sleman menuju Solo. Struktur utama di Ring Road Kronggahan, termasuk seluruh kepala pilar penyangga, telah selesai diputar dengan presisi tinggi.

Namun, pembangunan jalur masuk kendaraan atau Ramp On di sisi jalan arteri masih menunggu penyelesaian administrasi pembebasan lahan. Hal ini menjadi satu-satunya hambatan minor sebelum badan jalan tol dapat mulai melintas di atas Jalan Sidomoyo.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyatakan, “Jika pemasangan gelagar beton selesai, badan jalan tol akan menghubungkan simpul penting antara ruas tol arah Solo dengan arah Bawen.” Simpul Junction Sleman di Tirtoadi nantinya menjadi titik vital pertemuan Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.

Keberadaan tol ini diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi logistik antarwilayah. Dengan progres yang stabil, proyek ini diprediksi akan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah sekitar.

Jalur Lintas dan Fasilitas Pendukung

Jalur melayang tol di Ring Road Kronggahan memberikan solusi cerdas untuk wilayah padat dan terbatas lahan. Dengan konstruksi pier head yang telah rampung, jalur ini menampilkan kekuatan struktur yang siap menopang arus kendaraan tinggi.

Sementara itu, jalur timbunan tanah tetap dikerjakan seiring penyelesaian administrasi lahan. Hal ini memastikan pembangunan tol tetap selaras dengan prosedur hukum dan kepentingan masyarakat sekitar.

Tol ini juga dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dan mengoptimalkan mobilitas. Penggabungan jalur melayang dan timbunan tanah merupakan inovasi yang menyesuaikan topografi dan kebutuhan transportasi masa depan.

Junction Sleman menjadi simpul strategis yang memudahkan perpindahan kendaraan dari jalur Solo ke jalur Bawen. Infrastruktur ini sekaligus menjadi penghubung penting untuk integrasi jaringan transportasi regional.

Solidaritas dan Kemanusiaan Lewat Lari Amal

Di sisi lain, komunitas Le Minerale Running Squad menunjukkan bagaimana olahraga bisa menjadi sarana solidaritas. Program Run for Humanity mengubah setiap langkah lari menjadi donasi nyata bagi Palestina.

Sebanyak 200 pelari dari komunitas ini berkolaborasi dengan Gantar Velocity dalam We Run Palestine 2025. Jarak tempuh virtual kolektif mencapai 4.000 kilometer dan dikonversi menjadi bantuan kemanusiaan yang diserahkan langsung kepada Yayasan Dana Sosial Al-Falah.

Setiap peserta ditantang untuk menempuh jarak lari 5 kilometer di lokasi terpilih. Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga dapat selaras dengan misi sosial dan kemanusiaan.

Agung Mulyawan dari Gantar Velocity menegaskan, kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat Palestina. Ia menekankan para pelari tetap menikmati lari mereka tanpa tekanan atau target tertentu.

“Yang paling penting pada hari ini adalah berlari dengan sepenuh hati, tidak memikirkan pace ataupun target apa pun. Yang pasti, pokoknya kita ikhlas untuk membantu sesama,” ujar Agung.

Artis Tarra Budiman menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi sarat dengan nilai kemanusiaan. Ia menekankan, “Udah kita melakukan kebaikan, mendapatkan kesehatan, juga mendapatkan keberkahan. Dan yang paling penting, itu bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di Palestina.”

Le Minerale sendiri sebelumnya telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung Palestina. Mereka pernah bekerja sama dengan BAZNAS untuk mengonversi donasi botol bekas menjadi akses air bersih, serta mengirim bantuan pangan bagi warga Gaza.

Program Run for Humanity menjadi bukti bahwa olahraga bisa memiliki dampak sosial yang nyata. Setiap kilometer yang ditempuh menjadi simbol harapan dan bentuk dukungan nyata bagi masyarakat Palestina.

Yuna Eka Kristina, Head of Public Relations and Digital Le Minerale, menegaskan komitmen perusahaan. “Sejak awal, sebagai merek asli milik Indonesia, Le Minerale secara konsisten mendukung Palestina, sejalan dengan sikap pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini menunjukkan bahwa langkah kecil bisa membawa dampak besar. Masyarakat bisa berolahraga sambil menularkan energi kebaikan untuk membantu sesama.

Sinergi Infrastruktur dan Kebaikan Sosial

Pembangunan tol Jogja-Solo dan program kemanusiaan Le Minerale menunjukkan dua bentuk kontribusi positif bagi masyarakat. Satu meningkatkan konektivitas dan ekonomi lokal, yang lain menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial.

Kedua inisiatif ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pihak swasta. Tol dan lari amal membuktikan bahwa kemajuan fisik dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk kebaikan bersama.

Tol Jogja-Solo diproyeksikan akan mempercepat mobilitas dan efisiensi transportasi. Sementara Le Minerale Running Squad membuktikan bahwa kegiatan sehari-hari seperti berlari bisa menyentuh masalah kemanusiaan global.

Keduanya menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga nilai-nilai solidaritas. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan manfaat ganda, dari konektivitas dan energi kebaikan yang ditularkan.

Ke depan, sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut. Investasi infrastruktur dan program sosial dapat berjalan paralel untuk mendukung masyarakat yang lebih produktif dan peduli sesama.

Terkini