Penurunan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 Februari 2026 di Seluruh SPBU

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00:45 WIB
Penurunan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 Februari 2026 di Seluruh SPBU

JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai SPBU akan mengalami penyesuaian serentak mulai 1 Februari 2026. Penyesuaian ini berlaku untuk BBM non subsidi di Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo.

Merujuk situs resmi MyPertamina, Selasa, 27 Januari 2026, harga Pertamax kini menjadi Rp12.350 per liter. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang masih berada di level Rp12.750 per liter.

Harga Pertamax Turbo juga turun menjadi Rp13.400 per liter dari bulan sebelumnya Rp13.750 per liter. Sementara Pertamax Green turun dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter.

Untuk solar non subsidi, Dexlite kini dipatok Rp13.500 per liter. Penurunan cukup signifikan juga terjadi pada Pertamina Dex, dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.

BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, dan solar subsidi atau Biosolar (Diesel CN48) tetap Rp6.800 per liter.

Penurunan Harga BBM di SPBU Swasta

Shell melakukan penyesuaian harga di seluruh produknya. Shell Super kini dibanderol Rp12.700 per liter, turun dari bulan lalu Rp13.000 per liter.

Shell V-Power dijual Rp13.190 per liter, lebih rendah dibanding Desember 2025 yang mencapai Rp13.630 per liter. Shell V-Power Diesel turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter, sementara Shell V-Power Nitro+ kini Rp13.480 per liter dari sebelumnya Rp13.890 per liter.

BP-AKR juga menyesuaikan harga produk BBM mereka. BP Ultimate turun dari Rp13.630 menjadi Rp13.190 per liter, BP 92 turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per liter.

Sementara BP Ultimate Diesel kini dijual Rp13.860 per liter, turun signifikan dari Rp15.250 per liter sebelumnya. Penyesuaian ini menandakan tren serupa dengan Pertamina dan Shell.

Vivo turut menyesuaikan harga BBM mulai 1 Januari 2026. Revvo 92 turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter, sedangkan Diesel Primus Plus turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.610 per liter.

Harga Revvo 90 dan Revvo 95 belum tercantum karena pasokan BBM untuk kedua jenis tersebut masih belum tersedia. Hal ini menunjukkan ketergantungan pada distribusi dan ketersediaan produk tertentu.

Dampak Penurunan BBM Bagi Konsumen dan Bisnis

Penurunan harga BBM non subsidi memberikan efek langsung bagi konsumen yang menggunakan kendaraan pribadi. Biaya transportasi harian dapat lebih rendah, terutama bagi yang menggunakan Pertamax dan Pertamax Turbo.

Bagi sektor logistik dan transportasi, penurunan harga solar non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex berpotensi mengurangi ongkos operasional. Hal ini dapat berdampak pada efisiensi distribusi barang dan jasa.

Perubahan harga BBM juga menjadi sinyal bagi pasar ritel. SPBU bersaing untuk menarik konsumen dengan penyesuaian harga yang serentak.

Bagi pemerintah, stabilitas harga BBM subsidi tetap menjadi prioritas. Pertalite dan Biosolar tetap dijual dengan harga tetap untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Penurunan harga BBM non subsidi ini juga dapat mendorong konsumsi BBM secara lebih optimal. Konsumen memiliki pilihan BBM berkualitas dengan harga lebih terjangkau tanpa mengurangi standar kendaraan.

Daftar Harga BBM Januari 2026

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina per Januari 2026: Pertalite Rp10.000 per liter, Solar Subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.350 per liter, Pertamax Green Rp13.150 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400 per liter, Dexlite Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.600 per liter.

Di Shell, harga BBM terbaru adalah Shell Super Rp12.700 per liter, Shell V-Power Rp13.190 per liter, Shell V-Power Diesel Rp13.860 per liter, dan Shell V-Power Nitro+ Rp13.480 per liter.

Di BP-AKR, harga terbaru adalah BP Ultimate Rp13.190 per liter, BP 92 Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp13.860 per liter. Sementara Vivo menjual Revvo 92 Rp12.700 per liter dan Diesel Primus Plus Rp13.610 per liter.

Penyesuaian harga BBM ini menandai tren penurunan pada awal tahun 2026. Konsumen diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk menekan biaya transportasi dan logistik.

Harga BBM non subsidi yang lebih rendah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi mikro. Pelaku usaha kecil dan menengah terutama dalam transportasi dan distribusi bisa memperoleh keuntungan dari pengurangan biaya energi.

Perubahan harga ini juga mencerminkan respons pasar terhadap harga minyak global dan kebijakan pemerintah. Penyesuaian serentak di seluruh SPBU menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah, Pertamina, dan SPBU swasta.

Konsumen disarankan memantau harga BBM secara rutin. Informasi terkini dari SPBU dan aplikasi resmi dapat membantu masyarakat merencanakan pengeluaran transportasi dengan lebih efisien.

Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM non subsidi per 1 Februari 2026 memberikan dampak positif bagi konsumen dan sektor usaha. Harga BBM subsidi tetap stabil menjaga masyarakat berpenghasilan rendah tetap terjangkau.

Langkah ini juga menjadi indikator penting bagi tren harga energi di awal tahun 2026. Pemantauan terus-menerus akan memastikan harga BBM tetap kompetitif dan pasokan aman di seluruh wilayah.

Terkini