Thomas Djiwandono Jelaskan Pengaruh Sentimen Pasar Terkait Pencalonan Deputi BI

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:39:15 WIB
Thomas Djiwandono Jelaskan Pengaruh Sentimen Pasar Terkait Pencalonan Deputi BI

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono mengakui adanya persepsi negatif terhadap pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menilai asumsi tersebut ikut memengaruhi sentimen pasar yang muncul belakangan ini.

"Senantiasa ada asumsi di pasar. Mungkin khusus mengenai saya, asumsinya sedikit kurang baik karena latar belakang saya," ujar Tommy saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Senin, 26 Januari 2026. Tommy dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto dan pernah menjabat Bendahara Umum Partai Gerindra.

Klarifikasi Status Politik dan Indepensi

Saat sesi tanya jawab fit and proper test, Tommy menegaskan telah mundur dari posisi Bendahara Umum sejak Maret 2025. Ia juga menegaskan tidak lagi menjadi anggota partai sejak 31 Desember 2025.

"Mudah-mudahan klarifikasi tadi adalah langkah awal tetapi poinnya saya harus membuktikan. Saya enggak ada cara lain selain membuktikan kerja saya," tegasnya. Pernyataan ini menekankan bahwa integritasnya tidak terkait dengan latar belakang politik.

Tommy menambahkan bahwa sentimen pasar serupa juga muncul saat pertama kali ia menjabat Wamenkeu pada 2024 lalu. Ia menekankan, Kemenkeu dan BI memiliki mandat berbeda karena independensi bank sentral dijamin undang-undang.

"Ya sentimen pasar itu harus dibuktikan melalui fakta. Jadi pembuktian saya lakukan melalui fakta, saya akan bekerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu," imbuhnya. Fakta kerja dan kebijakan yang transparan menjadi cara Tommy untuk meredam kekhawatiran pasar.

Latar Belakang Keluarga dan Karier Finansial

Thomas Djiwandono merupakan putra dari Sudrajad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993-1998. Selain itu, ia memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan dan politik, termasuk sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.

Meskipun memiliki hubungan keluarga dengan Presiden, Tommy menekankan bahwa ia berkomitmen menjalankan tugas secara profesional. Independensi dan kompetensi menjadi kunci utama yang ia tonjolkan dalam proses seleksi Deputi Gubernur BI.

Sentimen pasar terkait calon pejabat tinggi kerap muncul ketika latar belakang personal atau politik ikut dipertimbangkan publik. Tommy menyadari hal ini, dan ia berfokus pada langkah-langkah kerja nyata untuk menunjukkan profesionalismenya.

Upaya Membangun Kepercayaan Pasar

Tommy menilai bahwa klarifikasi tentang status politik dan pengalaman kerja adalah langkah awal untuk membangun kepercayaan pasar. Namun, ia menegaskan, pembuktian terbaik tetap melalui kinerja yang nyata.

Ia mencontohkan pengalaman di Kemenkeu, di mana kinerja dan transparansi menjadi bukti nyata kemampuan manajemen keuangan. Dengan pendekatan serupa, Tommy yakin dapat menumbuhkan kepercayaan terhadap dirinya di posisi baru di BI.

Selain itu, Tommy menekankan bahwa independensi BI menjadi faktor utama dalam menenangkan sentimen pasar. Kebijakan dan keputusan bank sentral bersifat profesional, bebas dari pengaruh politik, sehingga publik dapat menilai kinerja berdasarkan fakta.

Harapan untuk Posisi Deputi Gubernur BI

Dalam uji kelayakan, Tommy berharap dapat menunjukkan kompetensi dan integritasnya. Ia menekankan pentingnya menjaga reputasi BI sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi.

Sentimen awal yang muncul di pasar merupakan tantangan, namun Tommy memandangnya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras. Dengan pengalaman di Kemenkeu dan latar belakang finansial, ia percaya mampu membuktikan dirinya sebagai figur profesional dan independen.

Klarifikasi tentang status partai dan pengalaman kerja menjadi strategi penting untuk menegaskan profesionalismenya. Selain itu, publikasi terbuka dan komunikasi yang jelas diharapkan mampu meredam persepsi negatif di pasar.

Tommy menegaskan, pembuktian kompetensi dan kinerja nyata tetap menjadi fokus utama dalam upaya mendapatkan kepercayaan publik. Langkah-langkah ini dianggap paling efektif untuk menghadapi sentimen negatif yang muncul.

Dengan pendekatan ini, Thomas Djiwandono berharap dapat memperkuat persepsi pasar bahwa Deputi Gubernur BI bertugas secara profesional. Ia menekankan bahwa independensi BI, transparansi, dan kinerja nyata merupakan pondasi utama kepercayaan publik.

Proses fit and proper test di DPR RI menjadi momen bagi Tommy untuk menegaskan komitmen profesionalismenya. Selain menjawab pertanyaan soal latar belakang keluarga, ia memaparkan strategi kerja yang akan diterapkan jika terpilih.

Keseriusan Tommy dalam menghadapi sentimen pasar dan mengedepankan profesionalisme diyakini mampu meredam keraguan. Publik, investor, dan pasar diharapkan menilai kemampuan berdasarkan fakta dan hasil kerja nyata, bukan hanya asumsi.

Dengan pengalaman panjang di bidang keuangan, dukungan terhadap transparansi, dan penekanan pada independensi, Tommy siap menghadapi tantangan sebagai calon Deputi Gubernur BI. Sentimen pasar menjadi bahan evaluasi, namun kerja nyata menjadi jawaban utama.

Terkini